Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan Teman

The Fingers

Oleh : Janzuar Ramadhani Coba lihat tangan anda ! Hitung jarinya ! Jika jumlahnya ada 5, berarti anda sudah termasuk orang-orang yang beruntung. Jika anda ngin merasa lebih beruntung, baca tulisan ini ampe kelar. Niscaya anda akan menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur. Jari manusia. Normally, generally, kodrati, jumlahnya lima tiap tangan. Jari yang pertama adalah telunjuk. Wah, dah mulai ga bener nih. Secara kodrat, manusia selalu memulai segalanya dari tepi, dari kiri misalnya, kanan, atas, atau bawah. Tapi karena manusia itu emang melakukan segala hal dengan seenak jidat, maka yang terjadi adalah penempatan telunjuk di urutan petama. Liat aja, semua orang membuat angka 1 dengan telunjuk. Coba tanya adik kecil anda, “3 – 2 berapa?” Mereka pasti mengangkat telunjuk mereka, bukan yang lain. Gimana kalo mereka mengangkat jari tengah? Wah parah, toyor aja ade lo! Telunjuk dipake buat nunjuk sesuatu, misalnya ngasih tau ada bintang jatoh, or copet, atau buat nunju...

Hidup ini Indah Maka Nikmatilah

Banyak orang tidak bisa menikmati hidup, bukan karena hidup itu tidak indah. Hidup hanya masalah perasaan, rasa yang kita dapat tergantung dari sesuatu dan bagaimana kita menyikapinya. Kadang kita sadar akan keindahan sesuatu ketika kita tidak bisa menikmatinya lagi, bahkan sakit yang kita dapatpun menjadikan hidup ini indah. Indah dan tak Indah hanya masalah selera bisa dibolak balik dan bisa terbalik, bagaimana seorang membuat selera itu masalah masing-masing yang jelas semuanya membutuhkan proses untuk menentukan selera. Seorang yang diberikan kekurangan kadang lebih bisa menghargai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dan orang yang diberi kesempurnaan hanya bisa menyia-nyiakannya. Kurang lebih hanya masalah kecil, setiap manusia mempunyai semua itu yang harus dicari adalah bagaimana menikmati semua yang kita punya. Seorang yang bisa menerima apa yang ada dalam dirrinya entah itu kelebihan maupun kekurangan maka dia akan menjadi bisa menikmati hidup ini. Nikamtilah hidu...

Sang malam pun selalu sembunyi dari cahaya sang siang...

Oleh : Ijank Kumalau Siang begitu terang, tersirat seakan sang siang rela menemani tubuh tak kenal usang, namun sapaannya yang hangat cukuplah sebagai isyarat tak tersirat tentang keinginan agar semua merasakan kehadirannya, : semangat dan keceriaan tercurah untuknya, karena ia mengajarkan ksatria. Malam yang dirasa begitu gelap, ia hadir dengan wajah seram memberi kesan menjauhkan kesenangan, namun semua menikmati kehadirannya, ia hadir dengan jiwanya yang tenang dan menenangkan, meskipun tak pernah ada pujian baginya, karena semua mata terpejam, : hanya rasa lelah yang menghampirinya, karena ia mengajarkan ketenangan jiwa terlebih bagi yang terjaga bersamanya, Semoga siang tidak hanya menyilaukan mata, dan malam sebagai anugerah pencerahan jiwa. Semua itu baru saja aku sadari, # darinya aku harus belajar ketulusan. Saat ku merasa tak sanggup, aku hanya bisa titipkan kebahagiaan buat semua yang kusayangi pada belas kasih malam. ::: Aku pun mulai cemburu pada malam.....

bagaimana pun kita adalah makhluk pembelajar...

Oleh : Ijank Kumalau Jodoh sudah ada yang menentukan, semua yakin bila di hatinya ada iman, berbaik hatilah dengan sesama terlebih bagi yang kita mengaku sayang, bahkan yang tidak ada iman karena mereka juga bagian dari alam, ::: bukankah kita kosong dari apa yang tidak kita ketahui itu ??!! komitmen dengan sesama dapat menjadi kebaikan bila di idahkan, meskipun harus tetap dalam bingkai komitmen di awal kejadian bersama Tuhan, tidak perlu pergi, bukankah shilaturohim hadir sebelum jalinan kasih. ::: semoga sebagai manfaat bagi yang mengakui ketidaksempurnaan Kumalau,dan meyakini akan ketiadaan cacat pada Dzat Pemilik alam. "Bagi jiwa yang mana saja yang sedang jatuh cinta, tidak ada pemandangan yang lebih melukai hati dan menyadap kering sari kehidupan dari hatinya, kecuali menyaksikan yang dicintainya jatuh cinta kepada orang lain" Siapapun, hatinya akan menangis dengan keadaan ini... kenapa selalu menangis, karena tidak ada kepedihan yang lebih ...

Tasbih Sang Mahluk

Gambar
Oleh : Jusmail HJ Malam itu kulihat ke arah langit Dan ada pancaran cahaya yang begitu lekat kucoba untuk lebih memahami dan ku termengung sejenak..  SubhanAllah ya Rob....  begitu indah kau ciptakan rembulan malam ini  semoga anugrah yang egkau berikan kepada kami pada malam ini  tidak semata membuat kami jauh dari bersyukur ya Rob... Malam nan indah dengan dihiasi bintang-bintang yang berkedip dari kejauhan laksana ekspresi dari tasbih atas keagunganmu ya Rob.... Subhanallah...... "Yusabbihu ma fissamawaati wa ma fil  ardh"

MENGATASI TERROR ILMU, JABATAN DAN KEKAYAAN

Oleh: M. Kurkhi Ketika seorang remaja melakukan bunuh diri, semua merasakan dampaknya. Anggota keluarga, teman, tetangga, malaikat, jin dan terkadang seseorang yang tidak begitu mengenal remaja tersebut, mungkin akan merasakan kehilangan, bingung, merasa bersalah, dan perasaan andai saja mereka dapat berbuat sesuatu untuk mencegah remaja itu melakukan bunuh diri. Cerita ini  diwajibkan  kepada semua yang masih hidup, yang mau bunuh diri dan  wabilkhusus  bagi yang mengetahui disekeliling anda terdapat remaja dengan ciri-ciri sbb: Berbicara mengenai kematian atau bunuh diri secara umum. Berbicara untuk "pergj". Berbicara tentang perasaan tidak memiliki harapan atau perasaan bersalah. Menarik diri dari teman atau keluarga. Kehilangan keinginan untuk mengambil bagian dalam hal yang disukainya. Memiliki masalah konsentrasi atau berpikir secara jernih. Mengalami perubahan dalam pola makan dan tidur. Memiliki kebiasaan merusak diri (seperti merokok tanpa je...