Postingan

Menampilkan postingan dengan label Janzuar Ramadhani

The Fingers

Oleh : Janzuar Ramadhani Coba lihat tangan anda ! Hitung jarinya ! Jika jumlahnya ada 5, berarti anda sudah termasuk orang-orang yang beruntung. Jika anda ngin merasa lebih beruntung, baca tulisan ini ampe kelar. Niscaya anda akan menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur. Jari manusia. Normally, generally, kodrati, jumlahnya lima tiap tangan. Jari yang pertama adalah telunjuk. Wah, dah mulai ga bener nih. Secara kodrat, manusia selalu memulai segalanya dari tepi, dari kiri misalnya, kanan, atas, atau bawah. Tapi karena manusia itu emang melakukan segala hal dengan seenak jidat, maka yang terjadi adalah penempatan telunjuk di urutan petama. Liat aja, semua orang membuat angka 1 dengan telunjuk. Coba tanya adik kecil anda, “3 – 2 berapa?” Mereka pasti mengangkat telunjuk mereka, bukan yang lain. Gimana kalo mereka mengangkat jari tengah? Wah parah, toyor aja ade lo! Telunjuk dipake buat nunjuk sesuatu, misalnya ngasih tau ada bintang jatoh, or copet, atau buat nunju...

ORE, SANJOU !!!

Gambar
Cerpen Oleh : Kyai DJ Ian Sebastian Christian Demikian Kemudian Bach, cS.Si Sore itu, seorang pemuda bernama Janzuar Ramadhany berjalan melewati ramainya suasana Jalan Pesanggrahan. Dengan mengenakan kaus putih bertuliskan “Emily isn’t lazy. She’s just happy doing nothing” yang dibalut sweater cokelat dan celana jeans murah, ia berjalan begitu santai tanpa memerdulikan keramaian di sekelilingnya. Hari itu, mas Janzuar telah melewati masa sulitnya. Lho, apa yang telah ia lakukan? Beliau ini abis ngerjain tugas di kost-an temen. Ooo…githu tho, biasa aja kale. Ketika mas Janzuar melewati kafe inovasi, yang tidak kelihatan seperti kafe dan sama sekali tidak penuh inovasi, ia dicegat oleh gerombolan remaja yang tampang-tampangnya tidak seperti mahasiswa, meskipun sebenarnya mereka terdaftar sebagai mahasiswa mahasiswa. Salah satu dari mereka yang berwajah lusuh, berambut gondrong dan menghisap rokok Dji Sam Soe yang sudah pendek bertanya pada Mas Janzuar dengan nada yang sangat ...

Hidup ini Indah Maka Nikmatilah

Banyak orang tidak bisa menikmati hidup, bukan karena hidup itu tidak indah. Hidup hanya masalah perasaan, rasa yang kita dapat tergantung dari sesuatu dan bagaimana kita menyikapinya. Kadang kita sadar akan keindahan sesuatu ketika kita tidak bisa menikmatinya lagi, bahkan sakit yang kita dapatpun menjadikan hidup ini indah. Indah dan tak Indah hanya masalah selera bisa dibolak balik dan bisa terbalik, bagaimana seorang membuat selera itu masalah masing-masing yang jelas semuanya membutuhkan proses untuk menentukan selera. Seorang yang diberikan kekurangan kadang lebih bisa menghargai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dan orang yang diberi kesempurnaan hanya bisa menyia-nyiakannya. Kurang lebih hanya masalah kecil, setiap manusia mempunyai semua itu yang harus dicari adalah bagaimana menikmati semua yang kita punya. Seorang yang bisa menerima apa yang ada dalam dirrinya entah itu kelebihan maupun kekurangan maka dia akan menjadi bisa menikmati hidup ini. Nikamtilah hidu...